| Menikmati kesenyapan |
Pada tanggal 3 Agustus tahun ini usiaku genap menjadi 23
tahun. Kini aku tidak bisa lagi disebut sebagai anak remaja, apalagi anak
kecil. Aku kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa. Argh,, secara umur memang
sudah dewasa, tapi apakah secara pikiran dan perilaku bisa disebut demikian? Aku
rasa belum. Apa pun itu, aku mencoba terus berlatih untuk menjadi orang dewasa.
Tetapi, beberapa pertanyaan terasa mengganjal. Dewasa seperti apa? Dewasa versi
siapa? Apa ukuran seseorang disebut dewasa?
Ada yang berbeda dari ulang tahunku pada tahun ini. Aku tidak
ingin merayakannya, bahkan aku membuatnya menjadi senyap. Tak ingin orang lain tahu kalau aku bertambah umurnya (read:
bertambah tua). Haha. Tidak ada yang mengucapkannya selain kedua orang tua dan
kakakku.
Aku masih
menjalani program KKN. Di sini banyak orang-orang yang menjadi teman baruku. Aku
tidak ingin mereka tahu, apalagi ikut merayakannya. Sebenarnya aku sudah
menyiapkan budget khusus kalau-kalau ada di antara mereka yang tiba-tiba tahu. Syukurlah,
pada hari itu aku menunggu-nunggu sampai malam tidak ada di antara mereka yang
tahu. Aku malah bahagia. Tapi bukan bahagia karena budgetnya tidak jadi
dipakai, ya. Haha.
Hari
itu aku juga merenungkan banyak hal. Di usiaku yang semakin bertambah ini,
apakah aku sudah menjadi manusia yang lebih baik? Apa yang sudah kulakukan
sampai sekarang ini? sudahkah aku merasa bahagia? Sudahkah aku selalu
bersyukur? Aku rasa aku belum sampai ke tahap itu.
Aku menjadi
semakin tua. Sebenarnya dari hari ke hari yang kulalui aku semakin tua. Sekarang
usiaku sudah 23. Mungkin perempuan lain selainku sudah memikirkan untuk mencari
pasangan atau sudah memikirkan pernikahan. Toh, banyak teman-teman SMA-ku yang
sudah menikah. Mereka, tentu saja, seumuran denganku. Aku sendiri belum
tertarik, walaupun ada beberapa momen yang kulalui dengan membayangkan
seandainya aku punya pasangan. Tapi aku sering menepisnya. Haha.
Aku masih
seperti dulu. Masih suka dengan kesendirian dan sering menghindari keramaian. Walau
begitu, aku tidak pernah merasa kesepian karena pikiranku sendiri selalu ramai.
Terlalu banyak memikirkan beberapa hal. Terlalu banyak membayangkan. Pikiranku ramai
oleh dialog yang terjadi antara diriku dengan diriku. Seperti apa wujudnya? Bayangkan
saja sendiri.
Kini,
usiaku 23 tahun. Aku ingin menikmatinya. Masa bodo orang mau bilang apa. Aku adalah manusia bebas. Perempuan bebas. Perempuan
bestari. Suka menuangkan pikiran dalam tulisan. Berjuang sendiri dalam
menghadapi ketakutan-ketakutan yang suka datang. Ya, hidup adalah melawan
ketakutan demi ketakutan, bukan? Oke, cukup sekian. Sebuah cerita dari
senyapnya ulang tahunku dan ramainya isi pikiranku.
Panjang umur Deva. Sehat selalu. Kurang-kurangi insecure
dan selalu bersyukur.
0 Komentar