Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Tips Belajar Bahasa (?)



Halo gaaaeesss.. aku kembali lagi nih. Gimana kabar kalian? Puasanya lancar kan hari ini? Udah bolong berapa hari? Wkwk. Apa sih yang mau aku tulis hari ini? Kalo dilihat dari judulnya udah jelas ya tentang bahasa. Memang banyak yang tanya padaku mengenai cara cepat belajar bahasa. But, gaes, percaya sama aku, nggak ada yang instan untuk mencapai sesuatu. Apalagi kalo belajar bahasa asing. Aku sendiri sadar kemampuan bahasa asingku masih jauh banget dari kata sempurna. Sebenernya aku sendiri bingung ini merupakan tips apa enggak, makanya aku kasih tanda tanya diantara dua kurung.

Sekitar dua hari yang lalu, aku membaca sebuah buku yang berjudul  “Jatuh Cinta Pada Al-Qur’an” karya Amin M. Ariza. Menurutku, bukunya bagus dan recommended buat dibaca. Well, jadi apa sih hubungan dari judul cerita ini dengan buku tadi? Ada nih. Pas aku nemu kata-kata berikut ini yang untungnya sudah aku screenshoot dan kepikiran untuk dijadikan tulisan.


Apa yang kalian rasakan setelah membaca kata-kata diatas? Semakin takjub dengan Al-Qur’an, bukan? Maa syaa Allah. Ketika selesai membaca itu, aku langsung teringat sebuah cerita. Ceritaku dengan bapakku yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Tentu, ada kaitannya dengan gambar diatas.
Siang itu aku sedang duduk bersama bapakku di depan rumah nenekku. Aku memang sangat dekat dengannya. Bapak kemudian membuka pembicaraan dengan menceritakan kisahnya. Aku antusias melihat bapak yang akan bercerita. Dengan penuh semangat aku menyiapkan diri untuk fokus mendengarkan beliau.

Bapak : “kamu tahu, dulu bapak pernah duduk persis di sini bersama dengan kakekmu.”

Aku : “Oh ya, Pak? Terus… terus…” (serius nyimak)

Bapak : “Bapak waktu itu masih kecil. Rumah kita ini dulunya kebun milik seseorang. Jujur saja, melihat kebun itu bapak ingin sekali memilikinya. Kemudian di tengah obrolan dengan kakekmu, bapak bertanya, ‘apakah aku bisa membuat rumah di kebun itu, Pak?.’ Dengan lantang kakekmu menjawab, ‘Pasti bisa!’. Tidak bapak sangka, beberapa tahun kemudian bapak bisa membeli tanah di kebun itu. Sekarang kamu lihat sendiri kan? Di tempat yang bapak bilang tadi berdiri rumah yang bapak bangun untuk keluarga kita.”

Aku tidak menjawab apa-apa, hanya mengangguk setuju. Kagum dengan cerita bapak.
Entahlah! Cerita bapak tersebut begitu membekas di memoriku. Bahkan, aku masih mengingat detail ceritanya sampai sekarang. Seingatku cerita itu diceritakan ketika aku masih SMA. Entah pas kelas X atau kelas XI. Atau jangan-jangan pas aku masih SMP? Sungguh, aku lupa persis kapan waktunya. Aku hanya mengingat detail ceritanya saja.

Dari cerita tersebut, aku menangkap sebuah pesan tersirat. Yup, pesan tersebut adalah apa pun yang kau inginkan atau cita-citakan yakinlah suatu saat nanti bisa terwujud, in syaa Allah. Aku yakin mimpi-mimpiku juga akan terwujud jika Allah meridhainya.

Menginjak awal kelas XI aku mulai penasaran dengan yang namanya BAHASA. Ini diawali dengan membuat FB yang list pertemanannya berisi orang-orang dari luar negeri. Melihat beranda yang isinya berbahasa Inggris, Arab, Portugis, Prancis, dan lain-lain membuatku penasaran. Ditambah orang-orang yang mengirim pesan padaku menggunakan bahasa-bahasa tersebut. Memahami bahasa Inggris saja rasanya sudah cukup untuk bisa chit-chat dengan mereka. Tapi aku sadar penguasaanku terhadap bahasa Inggris masih sangat terbatas.  Aku jadi ingin cepat-cepat menguasai bahasa Inggris dan mempelajari bahasa asing lainnya. Terdengar menyenangkan, bukan?

Sore itu hujan turun dengan lebatnya. Awalnya, aku sedang ngobrol dengan ibu, adik dan sepupuku  di ruang tamu. Ditengah-tengah obrolan tersebut tiba-tiba kami membahas bahasa Inggris. Mamaku dengan bangganya mengatakan pada sepupuku mengenai nilai bahasa Inggrisku yang tinggi ketika masih kelas 3 SD. Aku mendengarnya tidak percaya. Emang iya apa? Penasaran, aku langsung membuka rapor SDku. Ternyata benar! Terpampang nilaiku pada saat masih kelas 3 SD semester 2 sebesar 97 :v. kok bisa ya sampe segitu nilainya? Apa mungkin pak gurunya yang salah? Wkwk.. walaupun kulihat nilai bahasa Inggrisku pada kelas-kelas selanjutnya berkisar antara 76-90, rasa-rasanya ada semangat baru yang merasuki jiwaku. Kali ini buku bahasa Inggris yang sedang kuincar harus kubeli dan pelajari! Sejak lama sekali aku menginginkannya.

Kulihat bapak sedang duduk sendirian di depan TV. Aku dengan senang hati menghampirinya. Tiba-tiba aku teringat dengan cerita bapak yang aku ceritakan tadi. Terbesit pertanyaan yang ingin kutanyakan padanya.

Aku : “Bapak… bapak… aku mau tanya.”

Bapak : “Mau tanya apa?.”

Aku : “Menurut bapak aku bisa nggak menguasai bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Mandarin, dan bahasa asing lainnya yang ada di dunia ini. Menguasai banyak bahasa, pak”

Bapak : “Jangan ditanya, kamu in syaa Allah bisa donk.” (jawab bapak dengan semangat.)

Aku : (sangat senang dengan jawaban bapak) “Aamiin yaa Allah, aamiin…”

Bapak : “Tapi… ada yang paling penting nih..”

Aku : “Wah, apa itu, pak?”

Bapak : “Kamu rajin aja baca Alquran ya… in syaa Allah itu menjadi kunci.”

Aku : “Iya, pak, iya in syaa Allah.” (menjawab dengan penuh semangat)

Aku sangat percaya dengan ucapan bapakku itu. Aku ingat-ingat cerita itu sampai sekarang. Aku masih terus mempelajari keindahan berbagai bahasa dan masih belajar untuk menguasai beberapa bahasa diantaranya. Kata-kata pada gambar di atas “mengiyakan” ucapan bapakku.

Semoga ada manfaatnya.. :)


Posting Komentar

0 Komentar