Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Hadiah Terindah Usia 20

 

Deva Yohana
(www.pexels.com)

Usia 20. Bagaimana tanggapanmu saat menginjak usia ini? Biasa saja atau merasa ada yang istimewa? Usia yang menandai perjalanan baru mengarungi angka 20-an. Masa umur belasan sudah berlalu.

Aku melewati usia 19 tahun dengan banyak petualangan. Petualangan mencari kerja lebih tepatnya. Lalu, aku juga merasakan dunia kerja yang sebenarnya.

Di usia itu aku mulai didewasakan oleh kehidupan. Aku sudah bisa mencari uang sendiri. Aku sudah bekerja. Aku merantau. Aku tinggal di tempat yang jauh dari orang tua. Aku hidup mandiri tanpa mereka. Aku menggunakan uangku sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Yang paling penting adalah aku bisa membeli buku suka-suka haha.

***

Aku sudah tidak sabar menantikan ulang tahunku yang ke-20. 2 Agustus 2019, aku masuk kerja pada shift 2. Shift tersebut mengharuskanku untuk sampai di kost tengah malam. Biasanya pada pukul 00.30, 01.00, atau lebih dari itu, tergantung kondisi jalan di kawasan industri yang terkadang macet.

Aku memiliki alasan tersendiri kenapa aku bisa merasa sangat menantikan ulang tahunku yang jatuh setiap tanggal 3 Agustus itu.

Iya, itu karena aku menantikan hasil tes SPMB yang dilaksanakan pada akhir bulan Juni lalu. Ini adalah sebuah penentuan apakah aku akan kuliah atau melanjutkan kerja di Mayora. Aku berdoa yang terbaik saja.

Sebenarnya, hasil SPMB akan diumumkan pada tanggal 2 Agustus pada sore hari. Namun, ketika mendapatkan bagian pertama jam istirahat, aku tidak mendapati pengumumannya sudah muncul.

Akhirnya, aku harus menahan diri untuk merasa penasaran dengan hasilnya. Aku pun memutuskan untuk melihatnya ketika sudah pulang kerja saja, yakni ketika hari sudah menunjukkan tanggal 3 Agustus.

Tentu saja aku merasa gelisah saat bekerja. Pikiranku melayang entah kemana. Aku sudah tidak sabar menunggu berakhirnya jam kerja. Aku sudah tidak sabar untuk pulang ke rumah.

***

Jam menunjukkan shift 2 sudah boleh pulang kerja. Aku bergegas menuju bus yang akan mengantarkanku ke depan kantor pos.

Kondisi jalanan waktu itu tidak terlalu macet. Lagi-lagi aku harus menahan diri agar bersabar membuka hasil tesnya.

Tidak sampai satu jam aku sudah tiba di tempat kost. Aku sendirian saja karena temanku berbeda shift kerja. Dia masuk shift tiga.

Aku menenangkan diri dahulu sebelum membuka hp. Aku menarik dan menghembuskan nafas beberapa kali. Aku sudah siap dengan apa pun hasilnya.

Huaaa… hasilnya adalah aku diterima masuk di jurusan Bahasa dan Sastra Arab di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Alhamdulillah… Rasa syukur tak henti aku panjatkan pada-Nya. Aku senang sekali karena impianku kuliah akhirnya bisa terwujud. Sebuah penantian yang kutunggu setelah dua tahun lulus SMA.

Sungguh. Ini adalah hadiah terindah yang pernah aku terima. Dan… dari sinilah cerita perjalanan KULIAH STORY dimulai!!!

Posting Komentar

0 Komentar