![]() |
| (www.pexels.com) |
Akhir-akhir
ini ramai orang yang memperbincangkan mengenai pentingnya menjaga dan merawat
kesehatan mental. Mental sendiri menurut KBBI memiliki dua definisi. Sebagai
kata sifat (adjektiva) berarti bersangkutan dengan batin atau watak manusia,
yang bukan bersifat badan atau tenaga. Sedangkan definisi sebagai kata benda (nomina) adalah
batin dan watak.
Jika ditelusuri lebih jauh, gangguan mental ini sudah
terjadi sejak dahulu. Konsep tersebut pertama kali muncul pada zaman dimana
manusia masih menganut kepercayaan animisme. Animisme adalah kepercayaan bahwa
segala sesuatu yang terjadi di dunia ini merupakan kuasa dari roh-roh atau
dewa-dewa.
Orang Yunani kuno percaya bahwasanya orang yang mengalami
gangguan mental disebabkan karena kemarahan dewa terhadapnya. Lalu dewa
tersebut membawa jiwa orang tersebut pergi. Sebagai cara penjagaan diri dari
kemarahan dewa, mereka mengadakan pesta yang berisi sesaji dan korban yang
dipersembahkan kepada dewa denga diiringi mantra-mantra khusus.
Seorang filsuf Yunani beraliran Naturalisme bernama
Hippocrates menentang adanya kepercayaan tersebut. Ia meyakini bahwa gangguan
mental dan fisik disebabkan oleh alam bukan karena campur tangan roh, dewa,
apalagi setan atau hantu. Sehingga pengobatannya menggunakan pendekatan alami.
Dia mengatakan, “Jika Anda memotong batok kepala, maka Anda akan menemukan otak
yang basah dan mencium bau yang amis; akan tetapi Anda tidak akan menemukan adanya
roh, dewa, atau hantu yang melukai badan Anda (Yusuf, Syamsu, 2018).
Setelah terjadinya perubahan pemikiran dari irasional ke
rasional, terjadi perkembangan pesat pada ilmu pengetahuan termasuk psikologi.
Psikologi abnormal dan psikiatri berkembang pesat pada tahun 1783. Pada waktu
itu, rumah sakit yang menerima pasien gangguan lunastic (orang-orang
gila atau sakit ingatan) hanya dikurung di ruangan sel khusus yang sedikit
sekali ventilasi udaranya. Selain itu, sekali-kali mereka harus menerima
guyuran air. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ini dikarenakan masih kurangnya
pengetahuan mengenai penyakit tersebut dan bagaimana cara menangani sekaligus
menyembuhkannya.
Salah satu anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania
yang bernama Benjamin Rush melakukan usaha yang signifikan dalam rangka
memahami orang-orang yang terkena gangguan mental. Diantara cara yang ia tempuh
adalah giat melakukan penulisan-penulisan artikel di koran dan ceramah. Setelah
kurang lebih 13 tahun usahanya tersebut membuahkan hasil dan pada akhirnya
rumah sakit menyediakan ruangan-ruangan untuk para pasien penderita gangguan
mental dengan memisahkan antara ruangan untuk laki-laki dan perempuan. Metode
pengobatan yang dilakukan Rush adalah dengan memberikan dorongan (motivasi)
agar mau untuk bekerja, mencari kesenangan dan berkreasi.
Kelahiran istilah “mental hygiene” sangat
dipengaruhi oleh berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri. Dua tokoh
ternama yang dikenal sebagai perintis gerakan mental hygiene sendiri
adalah Dorothea Lynde Dix dan Clifford Whittingham Beers.
Wanita kelahiran Hampden, Maine, Amerika Serikat pada
tanggal 4 April 1802 ini bernama lengkap Dorothea Lynda Dix. Ia berprofesi
sebagai guru sekolah di Massachussets. Ia dikenal sebagai pioner yang
menggerakan masyarakat untuk lebih sadar dan peduli terhadap orang yang
mengalami gangguan mental. Ia menginginkan agar orang-orang yang terkena
gangguan mental dirawat secara lebih manusiawi layaknya orang-orang yang
menderita penyakit fisik biasa bukan dengan ditaruh di dalam sel layaknya orang
yang sedang dipenjara. Selama 40 tahun usahanya berjuang pun tidak sia-sia. 32
rumah sakit jiwa dibangun di Amerika Serikat dimana ia menjadi salah satu
pendirinya.
Clifford
Whittingham Beers atau yang biasa disapa Beers mendapatkan julukan sebagai “the
Founder of the Mental Health”. Buku autobiografinya yang berjudul A Mind
That Found Itself berisi tentang pengalamannya selama mengalami gangguan
mental. Ia menceritakan bagaimana perawatan yang ia jalani selama berada di rumah
sakit. Menurutnya, orang yang mempunyai gangguan mental dirawat kurang
manusiawi. Buku tersebut pun mendapat sambutan hangat dari seorang psikolog
bernama William James.
Gerakan yang dilakukan Beers ini juga disambut baik oleh
kalangan masyarakat termasuk seorang psikiater bernama Adolf Meyer. Meyer
memberi saran agar gerakan tersebut diberi nama mental hygiene. Sehingga
ia dikenal sebagai pencetus nama mental hygiene.
Pada kurun waktu 1900-1909 beberapa organisasi formal
yang bergerak di bidang kesehatan mental didirikan, diantaranya adalah American
Social Hygiene Association (ASHA), Connecticut Society for Mental Hygiene
(1908) dan National Committee for Mental Hygiene (1909) dimana Beers
ditunjuk sebagai sekretarisnya.
Gerakan
kesehatan mental ini terus berkembang di Amerika Serikat bahkan dunia. Pada
1975 terhitung lebih dari 1.000 organisasi masyarakat kesehatan mental. Federation
for Mental Health dan The World Health Organization merupakan dua
organisasi kesehatan mental dunia.

1 Komentar
Udh bnyk.bca sumber mntapp...
BalasHapus