![]() |
| Sumber: Pexels.com/Hakan Hu |
Apa yang menjadi
kenangan di bulan Januari? Adalah dia, temanku, yang selalu aku
rindukan. Januari menjadi bulan yang mengingatkanku ketika pertama kali
berteman dengannya. Tepatnya pada tahun 2014. Tahun 2024 ini menginjak 10 tahun
pertemanan kami.
Sejujurnya, kami sudah lama sekali lost contact. Terakhir banget aku berkomunikasi
dengannya pada bulan Oktober 2019. Waktu itu aku sempat mengabarinya kalau aku
sudah berhasil kuliah. Hmm, tak bisa dipungkiri, dia adalah salah satu saksi
dari perjuanganku mengarungi hidup haha. Terlalu dramatis memang, tapi
begitulah hidupku.
Btw, ulang
tahunnya juga di bulan Januari. Betapa aku ingin mengucapkan “selamat ulang
tahun” secara langsung padanya. Namun, sudah tidak bisa lagi. Dulu bisa
dikatakan aku rutin mengucapkannya lewat pesan. Setelah perpisahan itu, aku
hanya mengingat Januari sebagai dia yang berulang tahun dan dia yang kukenal di
bulan ini. Haduh, kok aku bisa lebay begini, ya? Wkwk
Aku mengenalnya
saat masih kelas 3 SMP. Kami seumuran dan seangkatan. Mungkin ini mengejutkan
bagimu, bahwa sesungguhnya aku belum pernah sama sekali bertemu dengannya secara
langsung. Kami lumayan dekat waktu itu. But, aku sedang tidak berbicara
tentang kedekatan jarak. Komunikasi kami terjalin lewat SMS dan Facebook,
pernah juga menggunakan Whatsapp.
Kenapa dia begitu
terkenang? Mungkin karena dia termasuk yang hadir sebagai tempatku bercerita
ketika aku merasa kesusahan, terutama ketika melewati masa-masa SMA dan setelah
lulus dari sana. Aku banyak sekali berbagi cerita dengannya. Begitu pun
sebaliknya.
Setelah SMA, aku
mendapat kabar dia kuliah di Jakarta. “Maybe we can meet? I can go to
your campus”. It was my plan, but was cancelled because his girl friend
was jealous. I said yes if someone asked me is he special for me? You know, he
is so special as my best friend and not more than that. I was dreaming
to have a male best friend to talk to and to share with, but there is no love
between us. It’s like you and your female friend becoming a friend and you trust
each other. That’s all.
Kembali ke topik. Sebenarnya komunikasi yang terjalin di
antara kami tidak begitu sering. Bahkan, sangat jarang. Akan tetapi, sekali dia
mengirim pesan maka obrolan di antara kami bisa berlangsung selama dua sampai
tiga hari. Oke, cukup. I need to say something for closing this story.
“Hello there! Do you still remember me? I miss you so
much. I always pray we can meet someday and talk many things about life. Are
you married now? Have you became a doctor as you always wished? Where do you
live now? How’s your life recently? Are you happy? Can we be friends again?
Sorry, I have so many questions to ask to you. Maybe more than I can write
here. Hope you always be happy with this cruel life.”
Your friend: Deva a.k.a To’am

0 Komentar