Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Terjebak Lingkaran Setan Pinjol

 

Deva La Exploradora
Pexels.com/Andrea Piacquadio

Tak terpikirkan olehku sebelumnya bahwa aku akan terjebak di lingkaran setan ini. Bulan ini menginjak bulan ke-6 aku masih terperangkap di lingkaran pinjaman online. Bayangkan, aku masih ada tanggungan utang di dua aplikasi, GoPay Pinjam dan Kredivo.

Awal mula berurusan dengan setan ini adalah ketika aku harus menerima kenyataan pahit atas keputusan rektor baru yang membuat aturan bahwa mahasiswa semester 9 dan 10 harus membayar UKT full. Padahal, rektor lama memberlakukan kebijakan membayar UKT setengah harga bagi mahasiswa di atas semester 8. Aarrgh.. uang yang kupunya dari hasil kerja adalah setengahnya saja. Dari mana aku mendapatkan sisanya? Gusti.. aku nggak mungkin meminta ke orang tua. Aku sendiri sudah merasa gerah dengan keluhan mamaku.

Aku pun memutuskan untuk memulai bermain api dengan GoPay Pinjam. Aku berharap mendapatkan pekerjaan, terutama freelance biar masalah utang ini bisa terselesaikan dengan mulus. Oh, tidak. Ternyata tidak seperti itu kenyataannya. Aku dihadapkan dengan penolakan berkali-kali, baik untuk bekerja full time maupun magang. Kira-kira empat perusahaan menolak melanjutkan ke tahap selanjutnya karena aku masih kuliah. Mereka membutuhkan pegawai yang sudah lulus.

Berbeda halnya dengan perekrutan magang. Kebanyakan dari mereka menolakku karena sudah lewat semester 8. Duh, sedih sekali. Bagaikan buah simalakama, ya. Kalau begitu, bagaimana aku harus membayar utangku?

Flashback sedikit. Aku meminjam di GoPay Pinjam sebanyak 3,5 juta. Kemudian aku hanya diberi dua pilihan untuk membayarnya, 2 dan 3 bulan. Tentu saja aku memilih pilihan terakhir. Kalau bisa malah lebih dari itu. Karena membayar 1 juta+ per bulan sangat memberatkan bagiku. Mau tidak mau aku harus memilihnya.

Dua bulan pertama berhasil aku lewati dengan mulus. Masalah terjadi ketika memasuki bulan ke-3. Ternyata uang yang masih kupunya masih KURANG. Gimana ini? Sepupuku mendesakku supaya meminjam dulu ke ibunya a.k.a bibiku. Dengan malu-malu aku mengiyakannya. Ufftt.. aku bisa bernapas lega karena bisa lepas dari jeratan yang satu ini, meskipun sebenarnya aku masih berhutang.

Utangku pada bibiku dapat terselesaikan setelah ada yang membeli voucher Amazon yang kudapat dari mengikuti lomba. Alhamdulillah. But, apakah aku benar-benar telah terlepas dari jeratan utang pinjol? Hahaha tidak juga.

Ceritanya begini. Akhir bulan September aku pulang kampung karena ingin menemani nenekku yang sedang sakit. Kepulanganku itu kumanfaatkan juga untuk mencari korpus. Ya, walaupun sesungguhnya aku nggak bisa fokus-fokus amat gara-gara masalah di atas. Akan tetapi, aku nggak bisa berlama-lama di kampung kan? Kebetulan aku sudah menemukan korpus buat proposal skripsi. Nah, akhir bulan November 2023 aku memutuskan berangkat lagi ke Jakarta. Wait, dapat dari mana uang saku buat ke Jakarta.

Oh, kamu salah besar jika mengira aku meminta ke orang tuaku. Ya, aku minjam lagi ke GoPay Pinjam untuk yang ke-2 kalinya. Aku meminta maaf pada diriku sendiri karena melanggar janji. Sekali lagi aku berdoa semoga ini adalah yang terakhir kalinya. Waktu itu aku meminjam sebesar 400k. Itu pun durasinya hanya dua bulan saja. huhah!

Bulan Desember aku mulai membayar pinjamanku itu. Aku pikir hidupku akan lebih damai karena aku sudah mulai memberanikan diri untuk mengajukan proposalku. Ternayata TIDAK. Aku harus menerima kenyataan HARUS membayar uang pajak impor ke bea cukai setelah membelanjakan voucher $100-ku di Koreadepart. Btw, aku menang kontes lagi dan dapat hadiah voucher sebesar itu. Kepala mulai pusing lagi. Bagaimana aku harus membayarnya? Utang GoPay-ku belum lunas, tolong. Nggak bisalah pinjam di situ.

Yang bikin pusing adalah di bea cukai ada batas waktu pembayarannya. Jika tidak dipenuhi, aku akan dikenakan biaya penyimpanan barang. Duh, aku takut banget nanti masuk daftar hitam OJK haha. Dalam kepusingan itu, satu-satunya jalan adalah mencari platform lain untuk meminjam uang lagi. Waktu itu aku sempat mencoba beberapa platform. Semuanya gagal, kecuali Kredivo. Syukurlah. Aku meminjam lagi sebesar 1,5 juta. Selain untuk membayar bea cukai, aku juga memakainya untuk keperluan lain, seperti bayar tes TOEFL, beli buku antologi yang kutulis, dll. Pokoknya uang segitu nggak tersisa haha.

Urusanku sama utang-utangan ini belum berakhir saudaraa!!!! Nah, di bulan Januari kemarin aku kekurangan duit buat bayar GoPay Pinjam. Akhirnya, aku pinjam lagi ke bibiku sebesar 200k. Masalah lain muncul ketika aku juga tidak punya duit buat bayar Kredivo di bulan Februari (tagihannya tanggal 3). Mau nggak mau aku memanjang masa pinjamanku alias minjam lagi di GoPay Pinjam yang belum lama ini lunas. Hua…. Ini adalah ke-4 kalinya aku main pinjol (emoticon nangis).

Gusti Allah… kuatkan aku dalam menjalani ini semuaaa.. Apalagi aku juga harus menerima kenyataan pahit terkait masalah skripsiku huhu. Aku juga dihadapkan dengan kenyataan akan menambah utangku. Kenapa emang? Tunggu aja ceritanya!

Note: catatan ini dibuat tanpa dibaca lagi dan tidak melalui proses editing. Harap maklum kalau kamu merasa tulisan ini berantakan haha.


Posting Komentar

0 Komentar