Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Pemantik Suka Matematika

 

(Pexels/Andrea Piacquadio)

Menjelang akhir bulan April ini, aku dipertemukan dengan dua hal berbeda, tetapi masih berhubungan dengan matematika. Keduanya memantikku untuk mengetahui lebih lanjut tentang math skill yang #ternyata memiliki peranan cukup signifikan dalam hidup, terutama bagaimana matematika berpengaruh terhadap bagaimana seseorang mengembangkan keterampilan-keterampilan lainnya. Dengan kata lain, matematika adalah fondasinya.

Perjumpaan dengan Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata

Pada Sabtu (20/04), aku sengaja pergi ke Perpustakaan Jakarta, Cikini, untuk membaca novel karya penulis kenamaan Indonesia, Andrea Hirata. Novel yang berjudul Guru Aini tersebut mengangkat tema yang cukup unik, yaitu isu pendidikan yang dibungkus dengan matematika.

Menurutku, novel tersebut cukup menggambarkan bagaimana persepsi sebagian pelajar di Indonesia terhadap matematika. Pelajaran yang berhubungan dengan angka itu masih menjadi momok menakutkan bagi mereka, bahkan cenderung menjadi disiplin ilmu yang dihindari sampai dibenci. Aku salut dengan perjuangan dan idealisme Bu Desi yang tak kenal lelah mengajarkan matematika kepada siswa di sekolahnya yang tergolong kalangan ekonomi rendah.

Selain itu, pelajaran berharga yang aku dapatkan adalah kegigihan Aini, tokoh utama novel yang berperan sebagai siswa, dalam mempelajari matematika karena ingin menggapai cita-citanya sebagai dokter agar bisa mengobati ayahnya yang sakit. Sebelumnya, Aini adalah siswa yang dianggap paling bodoh terhadap pelajaran berhitung itu. Dari situ, kita bisa yakin bahwa sebagaimana keterampilan lainnya, matematika juga bisa dilatih dan dipelajari.

Menonton Panel “Women as Experts”

Keesokan harinya, Minggu (21/04), aku menonton lewat YouTube sebuah acara bertajuk Velma Forum yang diadakan oleh Cania Citta untuk memeriahkan Hari Kartini. Salah satu sesi yang paling menarik bagiku adalah Women as Experts: On Learning & Acquiring Mastery, menampilkan tiga bintang tamu perempuan yang telah mencapai titik puncak dalam karier mereka.

Satu per satu dari mereka menceritakan proses belajar yang mereka tempuh, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Mereka juga menjelaskan berapa lama terjun di bidangnya masing-masing.

Pada dasarnya, mereka bertiga bisa diduga sebagai perempuan yang sudah cerdas secara genetik. Sebab, mereka tidak bisa menjelaskan secara rinci bagaimana framework yang mereka pakai dalam belajar dan membangun domain mastery di bidang yang mereka tekuni.

Akan tetapi, satu hal yang sangat mind-blowing adalah mereka semua menyukai matematika, bahkan salah satu dari mereka merupakan lulusan matematika murni. Dari sinilah Cania, yang berperan sebagai moderator, terpantik untuk menjelaskan mengenai pentingnya memiliki keterampilan matematika. Bahwasanya dengan skill ini seseorang akan dengan mudah untuk mempelajari keterampilan-keterampilan lainnya disebabkan kemampuan menggunakan logika mereka sudah kuat.

Yang menjadi pusat perhatianku bukan hanya pentingnya math skill, tetapi juga bagaimana perjuangan orang tua mereka dalam mengusahakan pendidikan yang terbaik bagi anaknya, mulai dari menyediakan buku bacaan, rela utang supaya anaknya bisa sekolah di tempat yang bagus, hingga tidak membatasi keinginan anak. Wow, patut ditiru!

Pengalamanku Belajar Matematika di Sekolah

Hmmm, sebenarnya aku tergolong manusia tengah-tengah dalam masalah matematika. Terkadang, mengerjakan pekerjaan berhitung begitu mudah bagiku. Akan tetapi, tak jarang aku dibuat sangat pusing gara-gara tidak begitu memahami rumus.

Matematika tidak menjadi pelajaran favorit, tetapi bukan merupakan mata pelajaran yang kuhindari apalagi benci. Memang, faktor guru sangat menentukan apakah relasiku dengan matematika akan menyenangkan atau biasa-biasa saja.

Tapi oh tapi… membaca novel Guru Aini dan menonton panel Women as Experts telah membuka cara berpikirku yang baru. Aku malah jadi penasaran sama ilmu matematika dan tertarik juga mendalami logika. Aku sendiri sadar kemampuanku pada scientific skill masih ditingkat rata-rata atau mungkin rendah? Entahlah! Yang jelas ada dorongan untuk mempelajari kembali bidang ini hihi. Sekian!


Posting Komentar

0 Komentar