Lagi dan lagi. Aku mulai terganggu oleh kondisi emosiku yang
tidak begitu menyenangkan. Akibatnya,
sekadar membaca novel dan menyelesaikan tugas pekerjaan rasanya berat. Berkaca
dari cerita Out of Frame kemarin, aku nggak mau memendamnya terlalu
lama, apalagi hari ini (14 April 2024) sudah dua hari berlalu peristiwa yang
cukup membuatku shock dan nggak pernah ada dalam bayanganku sebelumnya.
12 April 2024
Aku merasa
lega sekali setelah bisa menumpahkan segala perasaanku lewat tulisan. Maksudku
cerita tentang Out of Frame itu. Aku merasakan betul jiwa positive
vibes-ku muncul kembali. Entah mengapa aku merasa sangat bahagia saat bisa menyelesaikan
ceritaku itu, meskipun hanya lewat barisan kata.
Aku masih merayakan euforia perasaanku yang kembali pulih ketika
tiba-tiba saja bapakku datang menghampiriku dan menyuruhku untuk segera pulang
ke rumah (aku berada di rumah nenekku saat itu). Aku berjalan tergopoh-gopoh
karena katanya ada hal penting yang ingin dibicarakan. Jujur, aku tidak ada bayangan sama sekali
tentang hal penting itu.
Sesampainya
di ruang tamu, aku mendapati seorang tetangga, laki-laki, sebut saja namanya
Mas M, sedang duduk di sana. Loh, memangnya hal penting apa yang ingin
dibicarakan oleh Mas M? Aku nggak bikin salah apa-apa deh perasaan.
Aku segera
mengambil posisi duduk. Sekali lagi aku dibikin penasaran setengah mati
mengenai topik apakah yang akan dibicarakan. Setelah melihat aku sudah duduk
dengan sempurna, Mas M memulai pembicaraan yang sesungguhnya. To the
point. Dan, cukup membuatku kaget.
Intinya aku disuruh berkenalan lebih dekat sama adik
bungsunya yang bernama Mas S. Sumpah, demi apa pun, kamu pasti tahu kan arah dari
cerita ini? Sungguh di luar prediksi BMKG!!!!
Malah katanya, pembicaraan ini sudah mereka lakukan dengan
keluarga besar dan semuanya setuju, apalagi aku masih terhitung kerabat dan
TETANGGA yang berjarak empat rumah saja. Aku sendiri tidak tahu. Mas S menyetujui
ini semua dengan senang hati atau ada keterpaksaan demi menyenangkan
keluarganya? Sampai saat ini aku belum menjalin komunikasi dengan yang
bersangkutan.
Bagaimana dengan Perasaanku?
Sebenarnya baru kemarin aku bilang ke sepupuku kalau aku
perlu waktu dua tahun lagi buat membuka diri dan hati untuk laki-laki. Why? Aku
perlu mengenal dan memahami diri lebih baik lagi, memulihkan mentalku, dan
memenuhi mimpi masa kecilku yang bisa digapai dalam waktu singkat. Misalnya,
membeli plus memakai baju India dan masih banyak lagi wkwk.
Nah, itulah rancangan hidup yang sudah kubikin. Sebab, untuk
saat ini aku masih menjadi manusia yang belum berdaya dan perlu menyelesaikan
beberapa hal terlebih dahulu. Nggak kepikiran sama sekali buat nikah cepet.
Makanya kenyataan ini bikin aku speechless banget dan bikin
aku kepikiran sampai hari ini. I know Mas S itu orang yang baik, terpelajar,
mapan, dan dewasa. Dengan kata
lain, dia sudah berada di tahap yang sangat siap. Bapakku sudah setuju banget lagi
huaaa…
Aku menceritakan
masalah ini ke sepupuku. Dia bilang
aku harus membuka hati dulu siapa tahu cocok. Apalagi, katanya, aku dan Mas S punya banyak
kecocokan. Gitu deh pokoknya.
Perasaanku sendiri
masih campur aduk. Aku masih belum bisa menerima kenyataan ini. Aku punya
banyak list yang belum diwujudkan. Aku pengen menikmati dan memanjakan diri
sendiri. Pengen mengeksplor banyak hal.
Memang, aku
diberikan kebebasan untuk menentukan sikap, apakah bakal menerima atau
menolaknya. Betul, aku perlu berkenalan dan ngobrol sama Mas S lebih lanjut. Barulah
aku pantas memberikan penilaian yang objektif.
Bagiku, melangkah
ke jenjang pernikahan perlu mempertimbangkan banyak hal. Aku nggak mau memilih
pasangan yang salah. Perlu menyatukan banyak sisi dari dua manusia yang
berbeda, terutama tentang value dan mimpi ke depannya.

0 Komentar