Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Tiba-Tiba Mas S

 

Deva Yohana

Lagi dan lagi. Aku mulai terganggu oleh kondisi emosiku yang tidak begitu menyenangkan. Akibatnya, sekadar membaca novel dan menyelesaikan tugas pekerjaan rasanya berat. Berkaca dari cerita Out of Frame kemarin, aku nggak mau memendamnya terlalu lama, apalagi hari ini (14 April 2024) sudah dua hari berlalu peristiwa yang cukup membuatku shock dan nggak pernah ada dalam bayanganku sebelumnya.

12 April 2024

Aku merasa lega sekali setelah bisa menumpahkan segala perasaanku lewat tulisan. Maksudku cerita tentang Out of Frame itu. Aku merasakan betul jiwa positive vibes-ku muncul kembali. Entah mengapa aku merasa sangat bahagia saat bisa menyelesaikan ceritaku itu, meskipun hanya lewat barisan kata.

Aku masih merayakan euforia perasaanku yang kembali pulih ketika tiba-tiba saja bapakku datang menghampiriku dan menyuruhku untuk segera pulang ke rumah (aku berada di rumah nenekku saat itu). Aku berjalan tergopoh-gopoh karena katanya ada hal penting yang ingin dibicarakan. Jujur, aku tidak ada bayangan sama sekali tentang hal penting itu.

Sesampainya di ruang tamu, aku mendapati seorang tetangga, laki-laki, sebut saja namanya Mas M, sedang duduk di sana. Loh, memangnya hal penting apa yang ingin dibicarakan oleh Mas M? Aku nggak bikin salah apa-apa deh perasaan.

Aku segera mengambil posisi duduk. Sekali lagi aku dibikin penasaran setengah mati mengenai topik apakah yang akan dibicarakan. Setelah melihat aku sudah duduk dengan sempurna, Mas M memulai pembicaraan yang sesungguhnya. To the point. Dan, cukup membuatku kaget.

Intinya aku disuruh berkenalan lebih dekat sama adik bungsunya yang bernama Mas S. Sumpah, demi apa pun, kamu pasti tahu kan arah dari cerita ini? Sungguh di luar prediksi BMKG!!!!

Malah katanya, pembicaraan ini sudah mereka lakukan dengan keluarga besar dan semuanya setuju, apalagi aku masih terhitung kerabat dan TETANGGA yang berjarak empat rumah saja. Aku sendiri tidak tahu. Mas S menyetujui ini semua dengan senang hati atau ada keterpaksaan demi menyenangkan keluarganya? Sampai saat ini aku belum menjalin komunikasi dengan yang bersangkutan.

Bagaimana dengan Perasaanku?

Sebenarnya baru kemarin aku bilang ke sepupuku kalau aku perlu waktu dua tahun lagi buat membuka diri dan hati untuk laki-laki. Why? Aku perlu mengenal dan memahami diri lebih baik lagi, memulihkan mentalku, dan memenuhi mimpi masa kecilku yang bisa digapai dalam waktu singkat. Misalnya, membeli plus memakai baju India dan masih banyak lagi wkwk.

Nah, itulah rancangan hidup yang sudah kubikin. Sebab, untuk saat ini aku masih menjadi manusia yang belum berdaya dan perlu menyelesaikan beberapa hal terlebih dahulu. Nggak kepikiran sama sekali buat nikah cepet.

Makanya kenyataan ini bikin aku speechless banget dan bikin aku kepikiran sampai hari ini. I know Mas S itu orang yang baik, terpelajar, mapan, dan dewasa. Dengan kata lain, dia sudah berada di tahap yang sangat siap. Bapakku sudah setuju banget lagi huaaa…

Aku menceritakan masalah ini ke sepupuku. Dia bilang aku harus membuka hati dulu siapa tahu cocok. Apalagi, katanya, aku dan Mas S punya banyak kecocokan. Gitu deh pokoknya.

Perasaanku sendiri masih campur aduk. Aku masih belum bisa menerima kenyataan ini. Aku punya banyak list yang belum diwujudkan. Aku pengen menikmati dan memanjakan diri sendiri. Pengen mengeksplor banyak hal.

Memang, aku diberikan kebebasan untuk menentukan sikap, apakah bakal menerima atau menolaknya. Betul, aku perlu berkenalan dan ngobrol sama Mas S lebih lanjut. Barulah aku pantas memberikan penilaian yang objektif.

Bagiku, melangkah ke jenjang pernikahan perlu mempertimbangkan banyak hal. Aku nggak mau memilih pasangan yang salah. Perlu menyatukan banyak sisi dari dua manusia yang berbeda, terutama tentang value dan mimpi ke depannya.

Tunggu saja update selanjutnya hahaha…


Posting Komentar

0 Komentar